Rinduku seperti rantung-ranting tua
yang retak oleh cuaca
kemudian jatuh ditiup angin.
diam. rahasia.
Rinduku seperti butiran pasir yang diamdiam mengandung embun
tak ada yang tau
Aku rindu, meski tak terkatakan
aku rindu, dalam diam, dalam doa yang rahasia
perbatasan yogyakarta-purworejo, 01.07.15
Jumat, 03 Juli 2015
Jumat, 01 Maret 2013
Posts by : Admin
Potongan Kertas #6 Februari
Februari: Setahun lalu, rasanya
aku ingin mencakar wajahmu
Dan sudah setahun ternyata,
saat-saat menjengkelkan yang benar-benar membuatku ingin berteriak tepat di
wajahmu. Bulan februari tahun lalu, di tanggal duapuluhan, kita duduk
bersebarangan yang lagi-lagi di suatu serambi marmer yang tinggi. Serambi
marmer tempat kita duduk melingkar di pertemuan pertama tiga tahun silam. Untuk
kali itu, setahun yang lalu, kita duduk bersebelahan meski tidak dalam lingkaran yang sama. Tapi sungguh, apa kau
tak menyadari kita hanya dibatasi oleh tiang marmer besar yang dingin.
Mungkinkah itu yang membuatmu begitu dingin saat itu?
Apa kau tak mengenalku? Bohong
sekali! Setelah banyak kata yang kita ucapkan di waktu-waktu sebelumnya,
tiba-tiba saat itu kau dan aku seperti dua orang yang tak pernah bertemu
sebelumnya. Kau tahu rasanya hatiku? Ada sesuatu yang terambil, terambil secara
paksa oleh keadaan. Seperti dua orang asing yang kelakpun mungkin tak akan bertemu
lagi. Aku merasa begitu bodoh. Dan tak tahu apa-apa. Apa aku melakukan
kesalahan? Atau apa memang sebelumnya kau tak berniat mengenalku sebagai teman?
Heh, payah sekali diri ini.
Kau tahu, Sa? Saat itu aku
berniat tak ingin memperhatikanmu lagi. Tak ingin memperhatikanmu diam-diam
seperti sebelumnya. Dan ketika suatu saat kau menyapaku lagi, aku akan diam
saja. Bukankah kita sudah seperti orang asing?
Tapi setelah setahun berlalu, aku
tetap tidak melakukannya. Setelah berbagai warna ku ecap di bulan-bulan setelah
februari itu, setelah berbagai hal yang terjadi dan membuatku mengerti. Sadar,
bahwa niatan itu adalah niatan terbodoh yang pernah kuucapkan. Meski, pada
akhirnya aku harus membiarkan hatiku sakit sekali lagi untuk melepasmu.
Setidaknya aku belajar untuk melepaskan setelah hampir setahun ini merasa hidupku
benar-benar berwarna karnamu.
Perbatasan kota, 22 februari 2013
Minggu, 10 Februari 2013
Posts by : Admin
Dari Kolong Langit Savanna, Ku Bisikkan Rinduku
Bening,
Aku tak tahu apakah langit savanna selalu sebening
ini,
Selalu sebiru ini,
Teduh, hatiku membuka seperti gerbang besar yang tertutup
sebelumnya
Ada sebongkah rindu, menyelinap diam diam.
“Pada savanna seluas ini, aku tak mampu menyembunyikannya”.
Meski lirih,
Kubisikkan semuanya pada rerumputnya, pada
akasianya, pada tanah yang basah karena hujan semusim
Karena tak mungkin juga aku berteriak melepas rindu yang
menjerit tak tahu diri,
Aku tak sendiri disini.
Pun tak mungkin ku peluk tanah dan ku bisikkan rundu padanya
Langit savanna kali ini, seperti tak berbatas
Merengkuh heningku, dalam langkah dan angin yang diam diam
berhembus
Aku rindu, bukan pada tanah yang baru saja ku kenal ini,
Aku rindu, bukan pada langit kotaku yang kutinggalkan untuk
ke tempat ini,
Aku rindu, tapi sesuatu itu tak bisa kujelaskan
Aku rindu, padamu yang sedang memandang langit kotamu
Bama-Bekol, musim penghujan 2013
Posts by : Admin
Dan Aku Jatuh Cinta Pada Jingga Senja
Aku jatuh cinta,
Pada semburat awan jingga dan langit yang memerah saat senja tiba
Aku jatuh cinta,
Pada sisa gerimis yang menempel di kaca jendela dan memantulkan cahaya lampu jalan yang mulai menyala satu satu saat senja tiba
Aku jatuh cinta,
Pada laut yang perlahan berubah merah ungu, saat senja tiba
Aku jatuh cinta dan ingin melukismu bersama senja...
: Di perbatasan kotaku, bersama gerimis menunggu senja tiba...
Prambanan, 3 Februari 2013
Pada semburat awan jingga dan langit yang memerah saat senja tiba
Aku jatuh cinta,
Pada sisa gerimis yang menempel di kaca jendela dan memantulkan cahaya lampu jalan yang mulai menyala satu satu saat senja tiba
Aku jatuh cinta,
Pada laut yang perlahan berubah merah ungu, saat senja tiba
Aku jatuh cinta dan ingin melukismu bersama senja...
: Di perbatasan kotaku, bersama gerimis menunggu senja tiba...
Prambanan, 3 Februari 2013
Senin, 21 Januari 2013
Posts by : Admin
Struktur Jantung Mamalia
(Aulia Novita Irmmal)
Jantung mamalia terletak di dalam rongga mediastinum dari rongga dada diantara
kedua paru. Pada jantung terdapat selaput yang melindungi jantung yang disebut perikardium. Perikardium ini terdiri
dari dua lapisan:
-
Perikardium parietalis :
lapisan luar melekat pada tulang dada dan paru
-
Perikardium viseralis : lapisan
permukaan jantung/ epikardium
Diantara kedua lapisan
ini terdapat cairan perikardium.
Pada dasarnya Dinding
jantung terdiri dari tiga lapisan, yaitu :
1.
Lapisan
luar (epikardium)
2.
Lapisan
tengah (Miokardium)
3. Lapisan
dalam (endokardium)
Gambar . Anatomi Jantung dan pembuluh Darah
Dengan keterangannya:
- Right Coronary
- Left Anterior Descending
- Left Circumflex
- Superior Vena Cava
- Inferior Vena Cava
- Aorta
- Pulmonary Artery
- Pulmonary Vein
- Right Atrium
- Right Ventricle
- Left Atrium
- Left Ventricle
- Papillary Muscles
- Chordae Tendineae
- Tricuspid Valve
- Mitral Valve
- Pulmonary Valve
- Aortic Valve (Not pictured)
Ruang – Ruang Jantung
Jantung
terdiri dari empat ruang, yaitu duaatrium(serambi)
yang berdinding tipis dan dua ventrikel
(bilik) yang berdinding tebal.
1. Atrium
a. Atrium kanan
Atrium kanan menerima darah de-oksigen dari
tubuh melalui vena kava superior (kepala dan tubuh bagian atas) dan inferior
vena kava (kaki dan dada lebih rendah). Simpul sinoatrial mengirimkan impuls
yang menyebabkan jaringan otot jantung dari atrium berkontraksi dengan cara
yang terkoordinasi seperti gelombang. Katup trikuspid yang memisahkan atrium
kanan dari ventrikel kanan, akan terbuka untuk membiarkan darah de-oksigen
dikumpulkan di atrium kanan mengalir ke ventrikel kanan.
b.
Atrium kiri
Atrium kiri menerima darah beroksigen dari
paru-paru melalui vena paru-paru. Sebagai kontraksi dipicu oleh node sinoatrial
kemajuan melalui atrium, darah melewati katup mitral ke ventrikel kiri.
Kedua
atrium dipisahkan oleh sekat
yang disebut septum atrium.
2. Ventrikel
Merupakan alur alur otot yang disebut trabekula. Alur yang menonjol disebut
muskulus papilaris, ujungnya
dihubungkan dengan tepi daun katub atrioventrikuler
oleh serat yang disebut korda
tendinae.
a.
Ventrikel
kanan
Ventrikel kanan menerima darah de-oksigen
sebagai kontrak atrium kanan. Katup paru menuju ke arteri paru tertutup,
memungkinkan untuk mengisi ventrikel dengan darah. Setelah ventrikel penuh,
mereka kontrak. Sebagai kontrak ventrikel kanan, menutup katup trikuspid dan
katup paru terbuka. Penutupan katup trikuspid mencegah darah dari dukungan ke
atrium kanan dan pembukaan katup paru memungkinkan darah mengalir ke arteri
pulmonalis menuju paru-paru.
b.
Ventrikel
kiri
Ventrikel kiri menerima darah yang mengandung
oksigen sebagai kontrak atrium kiri. Darah melewati katup mitral ke ventrikel
kiri. Katup aorta menuju aorta tertutup, memungkinkan untuk mengisi ventrikel
dengan darah. Setelah ventrikel penuh,
mereka kontrak. Sebagai kontrak ventrikel kiri, menutup katup mitral dan katup aorta terbuka. Penutupan katup mitral mencegah darah dari dukungan ke atrium kiri dan pembukaan katup aorta memungkinkan darah mengalir ke aorta dan mengalir ke seluruh tubuh.
mereka kontrak. Sebagai kontrak ventrikel kiri, menutup katup mitral dan katup aorta terbuka. Penutupan katup mitral mencegah darah dari dukungan ke atrium kiri dan pembukaan katup aorta memungkinkan darah mengalir ke aorta dan mengalir ke seluruh tubuh.
Kedua ventrikel dipisahkan oleh
sekat yang disebut septum ventrikel.
Katup Katup Jantung
1.
Katup
atrioventrikuler
Terletak
antara atrium dan ventrikel. Katup yang terletak
diantara atrium kanan dan ventrikel kanan mempunyai 3 buah daun
katup ( trikuspid). Sedangkan katup
yang terletak diantara atrium kiri
dan ventrikel kiri mempunyai
dua buah daun katup ( Mitral).
Memungkinkan darah mengalir dari atrium
ke ventrikel pada fase diastole dan mencegah aliran balik
pada fase sistolik.
2.
Katup
Semilunar
a. Katup
Pulmonal terletak pada arteri
pulmonalis dan memisahkan pembuluh ini dari ventrikel kanan.
b.
Katup
Aorta terletak antara ventrikel kiri
dan aorta.
Kedua
katup ini mempunyai bentuk yang sama terdiri dari 3 buah daun katup yang
simetris. Danya katup ini memungkinkan darah mengalir dari masing-masing ventrikel ke arteri selama sistole dan mencegah aliran balik
pada waktu diastole.
Pembukaan
katup terjadi pada waktu masing-masing ventrikel
berkontraksi, dimana tekanan ventrikel
lebih tinggi dari tekanan didalam pembuluh darah arteri.
Pembuluh Darah Koroner
1. Arteri
Dibagi menjadi dua :
a.
cabang utama dari arteri koroner kiri
1.
Arteri interventrikular anterior (desenden),
yang mensuplai darah ke bagian anterior ventrikel kanan dan kiri serta
membentuk satu cabang, arteri marginalis kiri yang mensuplai darah ke ventrikel
kiri.
2.
Arteri sirkumfleksa mensuplai darah ke
atrium kiri dan ventrikel kiri.
b. cabang utama dari arteri koroner
kanan ;
1. Arteri
interventrikular posterior (desenden), yang mensuplai darah untuk kedua dinding
ventrikel.
2. Arteri
marginalis kanan yang mensuplai darah untuk atrium kanan dan ventrikel kanan.
Arteri koroner kanan dan kiri
merupakan cabang aorta tepat diatas katup semilunar aorta
2.
Vena
Vena
jantung mengalirkan darah dari miokardium ke sinus koroner, yang kemudian
bermuara di atrium kanan.
Darah mengalir melalui arteri koroner terutama saat otot-otot jantung berelaksasi karena arteri koroner juga tertekan pada saat kontraksi berlangsung.
C. Daftar Pustaka
http://fraxawant.wordpress.com/2008/07/16/anatomi-fisiolgi-sistem-cardivasculer/ diakses pada 10 april 2011
http://lindseylaff.blogspot.com/2008/09/anatomi-jantung.html
diakses pada 10 aprlil 2011
Nurcahyo,
Heru.2008.Petunjuk Praktikum fisiologi
Hewan Dasar.Yogyakarta:FMIPA UNY
Pearce, Evelyn.1987.Anatomi Dan Fisiologi Untuk Paramedis.Jakarta:Gramedia
Posts by : Admin
Potongan Kertas #5 Mengintip Sepotong Memorimu
hampir tengah malan, sunyi,
Aku akan kesana, ke tempat dimana dulu kau pernah datang. Ke tempat yang kau sebut-sebut begitu menakjubkan. Aku akan datang, meski kau tak lagi disana. Aku akan menyaksikan dan merasakan sendiri apa yang kau kisahkan dengan berapi-api disana. Aku akan melihat sendiri tempat yang pernah kau tapaki. Merasakan anginnya, panas terik mataharinya, malamnya, serta dinginnya ketikan bulan mulai naik ke atas langit.
Waktu itu, saat kau suguhkan cerita-cerita tentang tempat itu sebagai oleh-oleh sepulangmu dari sana, aku selalu membanyangkan menyaksikannya sendiri apa yang kau gambarkan dalam ceritamu. Dan tanpa sadar terbersit sedikit keinginan untuk ada disana, bersamamu.
Meski kini, ternyata tidak bersamamu, akhirnya aku akan berangkat. Aku akan berada ditempat itu. Aku akan menyusuri jejakmu. Savana, Bukit-bukit, Hutan, Mangrove, dan Pantainya. Akan kunikmati semuanya sambil membayangkan tapak-tapak langkahmu, aktivitas yang kau pamerkan padaku. Aku, besok lusa, napak tilas sepotong memorimu :D.
Dan berharap, kau mau berganti menyimak ceritaku, sepulangku dari sana :)
Sun, 20/01/2013 23:05
Aku akan kesana, ke tempat dimana dulu kau pernah datang. Ke tempat yang kau sebut-sebut begitu menakjubkan. Aku akan datang, meski kau tak lagi disana. Aku akan menyaksikan dan merasakan sendiri apa yang kau kisahkan dengan berapi-api disana. Aku akan melihat sendiri tempat yang pernah kau tapaki. Merasakan anginnya, panas terik mataharinya, malamnya, serta dinginnya ketikan bulan mulai naik ke atas langit.
Waktu itu, saat kau suguhkan cerita-cerita tentang tempat itu sebagai oleh-oleh sepulangmu dari sana, aku selalu membanyangkan menyaksikannya sendiri apa yang kau gambarkan dalam ceritamu. Dan tanpa sadar terbersit sedikit keinginan untuk ada disana, bersamamu.
Meski kini, ternyata tidak bersamamu, akhirnya aku akan berangkat. Aku akan berada ditempat itu. Aku akan menyusuri jejakmu. Savana, Bukit-bukit, Hutan, Mangrove, dan Pantainya. Akan kunikmati semuanya sambil membayangkan tapak-tapak langkahmu, aktivitas yang kau pamerkan padaku. Aku, besok lusa, napak tilas sepotong memorimu :D.
Dan berharap, kau mau berganti menyimak ceritaku, sepulangku dari sana :)
Sun, 20/01/2013 23:05
Minggu, 15 Juli 2012
Posts by : Admin
Potongan Kertas #4 : Sunflower
Aku ingin jatuh cinta lagi. Aku ingin bahagia lagi. Sebahagia saat-saat pertama kau berkata “aku merindukanmu”. Sebahagia saat kau memintaku tetap berada disisimu, selalu ada dalam setiap takdirmu. Aku ingin merasakannya lagi.
I’m sunflower who only look at one place.
Katamu matahari akan selalu menepati janjinya untuk menyinari bumi. Karna kau tau bahwa bumi membutuhkannya dan begitu pula sebaliknya. Don’t u remember?
Kau pernah melarangku berhenti di jalan ini. Ketika aku berpamitan untuk mengakhirinya dan berniat membatalkan semua janjiku. Janji untuk selalu ada untukmu.
Dan aku kembali. Kau membukakan pintu untukku. Dan menyuruhku menguncinya. Dan aku terjebak disini. Dalam perasaanku sendiri yang semakin lama semakin tak ku mengerti.
Namun, aku tetap tak menemukan lagi dirimu yang dulu.
A place without u, I’m such a lost kid.
Kini, aku benar-benar merindukanmu. Merindukanmu bertanya tentang semua ‘knapa’mu yang selalu ku jawab sekenaku. Merindukanmu yang selalu berakhir bertanya ‘sedang apa’ atau ‘lagi dmana’ yang aku tau kau kehabisan kata-kata. Sejujurnya aku ingin menjawab semuanya, semua alasan yang kau tanyakan dengan ‘knapa’. Namun menjawab itu semua benar-benar membutuhkan banyak energy. Jadi, kuputuskan untuk membenci ‘knapa’mu itu.
Aku benci saat kau tiba-tiba memutus pembicaraan saat aku benar-benar bertanya. Aku tau kau kehilangan kata. Tapi ini penting untukku. Agar kau tak lagi berkata aku selalu ‘ragu-ragu’. Sikapmu yang membawaku ke wilayah abu-abu itu. Karna aku butuh kepastian untuk menentukan langkahku.
Dan aku merindukamu yang dulu.
Aku ingin mendengar ceritamu lagi. Aku ingin bercerita denganmu lagi. Aku ingin duduk disampingmu lagi. Aku ingin menatap wajahmu lagi. Aku ingin melihat senyummu lagi. Aku ingin kau marahi lagi. Aku ingin kau ejek lagi. Aku ngin….. aku ingin dirimu (lagi). Apakah aku salah?
Kamis, 28 Juni 2012
Posts by : Admin
Potongan Kertas #3 : 30 menit sebelum lonceng 00:00 berbunyi
Sekarang tanggal 27 juni 2012 pukul 23:30. 30 menit sebelum tanggal 28. Entahlah. Apa ini benar? (mengucek2 mata setelah bangun dari tidur yang gak sampe satu setengah jam).
Lihat aku. Aku udah mirip anak umur 7 tahun yang lagi sakit gigi! Yang harus pergi ke dokter gigi untuk mencabut gigiku yang berlobang. Ketakutan setengah mati. Kalau aku kepingin sembuh maka aku harus melawan rasa takut pada catut dan kapas beralkohol yang akan merebut gigiku. Jiahhh… kalau kalian disini mungkin kalian akan tertawa, teman.
Rasanya hampir gila, membayangkan apa yang akan terjadi besok. Yah, kalau jadi sih. Apa ini termasuk caraku mempermalukan diri sendiri? Haha, gilak. Tapi aku harap ini benar. Dan semua orang kan memang selalu berharap bahwa apa yang dilakukannya selalu benar.
Ketika aku berhasil melirik kaca (yang membutuhkan perjuangan panjang dan bisikan sana sini, entah bisikan apa itu) rasanya pingin menjerit, tapi kutahan. Dengan bantal! Siapa tau menjerit ala film kartun yang aku lupa judulnya itu membantu. Dan lihat, siapa itu? Benar2 kacau. It’s not me. Dan asal tau saja, dari jam delapan malam tadi aku hanya bergulung gulung ga jelas di kasur, jingkrung memeluk lutut, gigit2 bantal yang rasanya jelas gak enak, dan menarik rambut dengan kedua tangan mirip orang frustasi. Jam sepuluhan ketiduran setelah bernego via sms sama dua teman yang sama2 lagi galau galau bangau.
Jujur saja, aku sungguh merindukanya. Dan rasanya sudah mencuat ke ubun2. Rindu? Haha, aneh ya kalau aku bilang rindu? Padahal baru kemaren aku bilang bosan. Hmmm, tapi kurang lebih begitulah bunyinya. Dulu dia mengatakannya juga tapi aku salah bicara. Seharusnya aku mengijinkannya merindukanku. Haha, bodoh!
Dan dari bertahun2 aku menganngap diriku pintar tapi nyatanya aku sadar juga kalau ternyata aku beneran bodoh. Tapi yaaa, ga bodoh bodoh amat juga kali. Masa iya sih, si bodoh bisa ngrencanain taktik ihir begini. Meskipun ku akui juga sih, taktiknya berending “nggantung”.
Dan akhirnya si bodohpun ketiduran tanpa sempat bernegosiasi lagi sama si doi tantang rencana besok siangnya ini. Hahah, sekarang saatnya menertawakan diri sendiri.
Hya Alloh, semoga aku cepetan bisa naikin level kepintaranku, biar ga keliatan bego2 amat gini di hadapan si doi…. Amin.
Ya, sekian kegalauan malam ini. Nah, nulis segini aja sejam. Tuh sekarang udah jam 00:00.
Happy 28 juni, teman2, dan nikmati itu! Hahaha…
Minggu, 24 Juni 2012
Posts by : Admin
10 Hal Menabjubkan dari Tubuh Manusia
Taukah teman2 ternyata ada banyak hal menabjubkan dalam tubuh kita. Manusia memang diciptakan sedemikian rupa dan sepantasnya kita memang harus banyak bersyukur. dari banyak hal yang menabjubkan pada tubuh kita, ini dia 10 diantaranya.
check it out....
1. Manusia dapat hidup walaupun kehilangan banyak organ dalam

Faktanya, walaupun kita kehilangan limpa, 1 ginjal, 1 paru-paru, 75% bagian hati, 80% bagian usus, dan organ lainnya yang terletak di daerah pinggul dan pangkal paha, kita semua masih dapat hidup.
Walaupun fungsi-fungsi organ yang ada tidak dapat berjalan dengan baik dan Anda tidak dapat hidup selama yang diinginkan, paling tidak, Anda masih dapat hidup tanpa organ-organ tersebut.
2. Kematian ratusan juta sel

Setiap menit, tubuh kita sekarat, ini adalah fakta. Setiap 60 detik berlalu, tubuh kita kehilangan 300.000.000 sel. Ini merupakan jumlah sel yang sangat banyak.
Mungkin ada diantara kalian yang berpikir, jumlah sel yang mati sangatlah banyak, kenapa tubuh manusia tidak juga membusuk? Hal ini terjadi karena jumlah sel yang lahir lebih banyak daripada jumlah sel yang mati. Setiap hari, 10-50 triliun sel digantikan di dalam tubuh kita.
3. Rambutmu merupakan "superman" tubuhmu
Rambutmu merupakan "superman" tubuhmu, hal ini berarti bahwa rambut merupakan salah 1 bagian pada tubuh kita yang sulit dihancurkan.
Kerusakan rambut berjalan pada tingkat yang sangat lambat dan ini artinya rambut dapat bertahan lebih lama daripada bagian lain dari tubuh.
Faktanya, mumi yang telah dimakamkan ratusan bahkan ribuan tahun lamanya masih memiliki rambut di kepalanya.
Perubahan iklim, kelembaban, suhu, atau akibat zat asam dan kimia, tidak dapat merusak rambut kita semua. Satu-satunya kelemahan utama dari rambut adalah api, karena struktur pembentuk rambut terdiri dari bahan karbon.
4. Waspadai kekuatan asam lambung

Kalian mungkin berpikir, dengan asam lambung yang begitu kuatnya, mungkin dapat membuat perut kita bolong, tetapi hal ini tidak terjadi karena lapisan di dalam perut kita dapat segera memperbaharui dirinya dengan begitu cepat untuk mencegah asam lambung merusak perut kita.
Jika bukan karena kapasitas memperbaharui dengan cepat ini, mungkin semua manusia memiliki perut yang bolong.
5. Paru-paru, tulang dan kuku
Berikut ini, adalah fakta dari ketiga hal di atas. Pertama, paru-paru kalian berisi pembuluh darah kecil yang disebut kapiler. Dalam paru-paru terdapat 300 juta kapiler, yang jika kita ambil semua kapiler tersebut, dan kita bentangkan dari ujung ke ujung, maka akan menghasilkan panjang sebesar 1500 mil.
Kedua, kalian dapat mematahkan tulang, tetapi sebenarnya tulang itu cukup kuat. Satu blok tulang sebesar korek api, dapat menahan berat sampai 9 ton.
Ketiga, kuku kalian terus berkembang secara konstan dan ketika kehilangan kuku tangan/kaki, akan membutuhkan waktu selama setengah tahun agar kuku tersebut dapat tumbuh dari pangkal ke ujung kuku
6. Kita selalu tumbuh setiap malam
Setiap malam, tubuh kalian tumbuh sedikit. Diperkirakan, tubuh tumbuh sekitar sepertiga inchi saat tertidur karena cakram tulang rawan tertekan oleh gravitasi ketika kalian duduk atau berdiri. Namun, ketika mulai bangun dan berjalan, tinggi badan akan menyusut ke tinggi semula.
7. Nature's filter
Ginjal berfungsi untuk membersihkan racun dalam tubuh. Yang menakjubkan disini adalah kapasitas filter dari ginjal. Setiap ginjal mengandung 1 juta filter. Hal ini berarti di dalam tubuh mengandung 2 juta filter, yang menyaring 1,3 liter darah per menit dan mengeluarkan urin 1,4 liter per hari.
check it out....
1. Manusia dapat hidup walaupun kehilangan banyak organ dalam

Mungkin banyak diantara kita yang berpikiran, jika kita kehilangan salah 1 organ internal, maka kita akan segera mati, walaupun hal ini berlaku untuk organ hati dan jantung, namun tidak berlaku bagi organ-organ internal lainnya.
Faktanya, walaupun kita kehilangan limpa, 1 ginjal, 1 paru-paru, 75% bagian hati, 80% bagian usus, dan organ lainnya yang terletak di daerah pinggul dan pangkal paha, kita semua masih dapat hidup.
Walaupun fungsi-fungsi organ yang ada tidak dapat berjalan dengan baik dan Anda tidak dapat hidup selama yang diinginkan, paling tidak, Anda masih dapat hidup tanpa organ-organ tersebut.
2. Kematian ratusan juta sel
Setiap menit, tubuh kita sekarat, ini adalah fakta. Setiap 60 detik berlalu, tubuh kita kehilangan 300.000.000 sel. Ini merupakan jumlah sel yang sangat banyak.
Mungkin ada diantara kalian yang berpikir, jumlah sel yang mati sangatlah banyak, kenapa tubuh manusia tidak juga membusuk? Hal ini terjadi karena jumlah sel yang lahir lebih banyak daripada jumlah sel yang mati. Setiap hari, 10-50 triliun sel digantikan di dalam tubuh kita.
3. Rambutmu merupakan "superman" tubuhmu
Kerusakan rambut berjalan pada tingkat yang sangat lambat dan ini artinya rambut dapat bertahan lebih lama daripada bagian lain dari tubuh.
Faktanya, mumi yang telah dimakamkan ratusan bahkan ribuan tahun lamanya masih memiliki rambut di kepalanya.
Perubahan iklim, kelembaban, suhu, atau akibat zat asam dan kimia, tidak dapat merusak rambut kita semua. Satu-satunya kelemahan utama dari rambut adalah api, karena struktur pembentuk rambut terdiri dari bahan karbon.
4. Waspadai kekuatan asam lambung
Perut juga merupakan salah 1 bagian terkuat dalam tubuh. Di dalam perut terdapat asam lambung yang sangat kuat, sehingga dapat melarutkan zat seng.
Kalian mungkin berpikir, dengan asam lambung yang begitu kuatnya, mungkin dapat membuat perut kita bolong, tetapi hal ini tidak terjadi karena lapisan di dalam perut kita dapat segera memperbaharui dirinya dengan begitu cepat untuk mencegah asam lambung merusak perut kita.
Jika bukan karena kapasitas memperbaharui dengan cepat ini, mungkin semua manusia memiliki perut yang bolong.
5. Paru-paru, tulang dan kuku
Kedua, kalian dapat mematahkan tulang, tetapi sebenarnya tulang itu cukup kuat. Satu blok tulang sebesar korek api, dapat menahan berat sampai 9 ton.
Ketiga, kuku kalian terus berkembang secara konstan dan ketika kehilangan kuku tangan/kaki, akan membutuhkan waktu selama setengah tahun agar kuku tersebut dapat tumbuh dari pangkal ke ujung kuku
6. Kita selalu tumbuh setiap malam
7. Nature's filter
Tanpa fungsi filter ini, racun akan menumpuk di dalam tubuh kita dan kita akan sering sakit dan dekat dengan kematian. Inilah sebabnya orang-orang yang mengalami gagal ginjal, perlu melakukan pencucian darah rutin.
8. Tubuh kita panas
Tubuh manusia adalah sebuah mesin produksi energi yang besar. Ketika melihat tubuh manusia menggunakan teknologi infra merah, yang terlihat adalah pancaran panas yang keluar dari tubuh manusia. Panas yang dihasilkan oleh tubuh, membantu manusia untuk tetap hidup.
Faktanya, tubuh manusia dapat menghasilkan panas hanya dalam waktu 30 menit, dimana hasilnya adalah panas tersebut dapat membuat setengah galon air mendidih.
Yang terlihat memang tidak seperti ketika memasak air hanya dalam waktu beberapa menit di atas kompor, namun ingatlah bahwa dengan panas tersebut dan tanpa melakukan apapun setiap hari, panas itu membuat kita tetap hidup hingga hari ini.
9. Kita adalah makhluk visual
Kita adalah makhluk visual karena sebagian informasi yang kita peroleh berasal dari indra penglihatan daripada indra lainnya.
8. Tubuh kita panas
Faktanya, tubuh manusia dapat menghasilkan panas hanya dalam waktu 30 menit, dimana hasilnya adalah panas tersebut dapat membuat setengah galon air mendidih.
Yang terlihat memang tidak seperti ketika memasak air hanya dalam waktu beberapa menit di atas kompor, namun ingatlah bahwa dengan panas tersebut dan tanpa melakukan apapun setiap hari, panas itu membuat kita tetap hidup hingga hari ini.
9. Kita adalah makhluk visual
Meskipun kelelawar dapat memproses sebagian besar informasi melalui telinganya, kita memproses lebih dari 90% informasi melalui mata kita, sedangkan 10% informasi lainnya diproses melalui indra sentuhan, rasa, bau, dan suara.
10. Melewati batas kecepatan
Tubuh manusia tidak dapat bergerak secepat binatang lain, cheetah contohnya, tetapi manusia bisa melebihi kecepatan 100 mil per jam dengan sesuatu, yaitu saat kita bersin.
Ketika kita bersin, kita mengeluarkan udara dari hidung dan mulut dengan kecepatan 100 mil per jam. Dan itu merupakan sesuatu hal yang harus dibanggakan.
Sebagai tambahan informasi, apabila bersin, jangan ditahan. Apabila tetap nekat menahan bersin, akibatnya adalah menyebabkan patah tulang di tulang rawan hidung, mimisan, pecah gendang telinga, gangguan pendengaran, vertigo (gejala sakit berupa sensasi berputar), dan retina yang terlepas atau mengalami emfisema.
Ketika kita bersin, kita mengeluarkan udara dari hidung dan mulut dengan kecepatan 100 mil per jam. Dan itu merupakan sesuatu hal yang harus dibanggakan.
Sebagai tambahan informasi, apabila bersin, jangan ditahan. Apabila tetap nekat menahan bersin, akibatnya adalah menyebabkan patah tulang di tulang rawan hidung, mimisan, pecah gendang telinga, gangguan pendengaran, vertigo (gejala sakit berupa sensasi berputar), dan retina yang terlepas atau mengalami emfisema.
Hal ini karena tubuh berusaha menahan kecepatan dari bersin yang tinggi. Jadi kalau bersin jangan ditahan ya.
Sumber :
kaskus.us
Sumber :
kaskus.us
Posts by : Admin
Potongan Kertas #2
Akhir Januari 2010
Apakah kau tahu, pertama kali aku menyadari kehadiranmu? Hari minggu saat matahari pagi bersinar cukup cerah. Di sebuah serambi marmer yang tinggi aku melihatmu. Dan kini aku berani berkata saat itu aku terpana olehmu. Seulas senyum yang tersungging di wajah sempit berkacamata. Senyum kesederhanaan yang jarang kutemukan. Rambutmu yang kau biarkan sedikit panjang hingga sering kulihat tanganmu reflek menyibakkannya kebelakang.
“Dari Jogja”, katamu saat itu. Hah, andai aku dapat segera mengenalmu, meski sejak saat itu aku hanya tahu namamu, Sa.
Entah, apa yang menarikku masuk kedalam dimensimu yang aku tak tahu. Setiap yang kau katakan begitu menarik perhatianku, tawa itu, senyum itu, mata yang kutangkap diam-diam, entah dari mana semua pesona itu. Mungkin dari setiap titik api semangat yang ada di setiap kata yang kau ucapkan, barang kali.
Mungkin, kaupun tak pernah mengingatnya. Saat kita tergugu di depan sebuah pintu yang tak asing bagi kita. Kau datang dengan gaya rambutmu yang baru. Rambut sedikir gondrongmu kau pangkas habis. Kemeja putih dengan jas almamater. Kacamata dan sebuah kamera. Lihat, bahkan aku mengingat setiap detil pertemuan kita. Lama, detik-detik terlewati. Namun kau diam, akupun tak bicara. Tapi entahlah, apa yang ada di pikiranmu saat itupun aku tak tahu. Yang kutahu, aku masih saja merasa terkejut oleh kedatanganmu yang tiba-tiba dan kita begitu...Dekat...!!!
***
Sa, bagaimana mingkin aku bisa melupakanmu. Kau selalu saja hadir di hari yang ku lewati. Kau tiba-tiba saja muncul dan menghilang. Memekarkan tawa saat hatiku merasa lelah, juga sering kau buat aku salah tingkah, atau kau lebih sering membuatku serba salah. Serba salah, ya benar, serba salah. Serba salah dalam menerka hatimu. Selalu, aku berharap bisa membaca isi hatimu tentang cinta. Selalu. Karena aku tak mau salah mengartikan semuanya. Tapi semakin aku mencari, aku semakin bingung. Kadang kau terbangkan aku tinggi. Tinggi sekali. Namun kemudian kau menghempaskanku, hingga aku berfikir apakah hanya aku sendiri yang merasakannya.
Posts by : Admin
Di Antara Detak Jantungmu
Oleh: Aulia Novita Irmmal
Mei 2011
“Beruntung sekali kau segera mendapat donor jantung”. Kata seorang dokter kepadaku sambil tersenyum.
Kukira inilah akhir dari hidupku. Aku menderita kelainan jantung sejak lahir. Tapi kehidupanku tak terlalu buruk, hingga beberapa bulan lalu aku merasakan kram jantung yang begitu menyiksa. Mereka bilang aku pasti mati. Tapi nyatanya aku berhasil dioperasi dan aku mendapat donor jantung dari seseorang yang jantungnya cocok denganku. Hingga aku kembali membuka mata setelah koma berbulan-bulan. Ingin rasanya megucapakan terimakasih pada pemilik jantung ini. Tapi mereka, juga orang tuaku, enggan memberitahu milik siapa jantung yang sekarang ini ada di tubuhku.
***
September 2006
“Baik banget sih kamu?”, Kata itu seperti tak mau pergi dari kepalaku.
Ha?! Baik banget, yaiyalah...
Cakra. Tak sadarkah dia, kenapa aku begitu baik padanya? Kenapa aku begitu bodoh mau mengerjakan soal ulangannya saat aku sendiripun harus mengerjakan soal ulanganku sendiri? Apa dia benar-benar tak menyadari? Sebegitu tak pedulikah dia? Atau aku yang begitu bodoh karena jatuh cinta padanya? Ini benar-benar membuatku gila. Selama dua tahun aku merasa begitu tersiksa. Tersiksa kerana diam-diam mencintai seorang yang nyatanya tak pernah peduli padaku. Meluangkan sebagian waktuku hanya untuk menikmati kenyataan bahwa ia akan berakhir di pelukan sahabatku sendiri. Luna.
***
Desember 2010
Aku. Kinanthi Larasati. 20 tahun. Seorang Mahasiswa. Kau boleh menilaiku dari segi manapun. Cuek, Polos, heboh, muka tembok, galak,...terserah. Tapi yang paling penting aku jomblo. Dan belum pernah pacaran. Aku bukan anak tomboy. Aku hanya takut untuk jatuh cinta lagi. Aku takut aku akan terluka lagi. Aku tak mau mati konyol seperti Luna sahabatku yang bunuh diri karena akhirnya dia patah hati. Setelah sakit hati yang kurasakan terhadap cakra bertahun-tahun yang lalu, aku rasa itu sudah cukup.
“Dilarang bengong di sini!”, Seseorang menyadarkanku dari lamunan. Sosok berkacamata itu jongkok di sampingku. Meletakkan karangan bunga diatas gundukan tanah di hadapanku. Cakra. Kekasih yang membuat Luna tidur di perkuburan ini. Seseorang yang pernah membuatku seperti orang bodoh. Cakra yang kini satu Kampus denganku.
Serta merta aku langsung berdiri meninggalkannya. Beraninya dia melarangku. Sial, memengnya siapa dia?!
***
Desember 2010
“Payung, Kin?”, Cakra tiba-tiba menyodorkan payung. Aku masih menunggu hujan reda di halte bus. Kosku cukup dekat dengan kampus. Hanya menyeberang jalan raya kemudian masuk di gang yang arahnya tegak lurus dengan halte bus.
“Jangan pura-pura baik. Kau kira aku tak tahu apa yang kau lakukan pada Luna? Tega ya?”, Kataku setengah teriak. Beberapa orang menatap ke arah kami.
“Memang kau pikir seperti apa? Aku tau dia patah hati karena aku menolak cintanya. Itu semua karena aku mencintai sahabatnya. Apa aku salah jika aku memperjuangkan cintaku sendiri? Bahkan aku juga tak pernah menyangka dia akan senekat itu”, Wajahnya bingung.
Dia bilang dia tak pernah pacaran dengan Luna. Dia bilang dia tak pernah mendekatinya. Tapi Luna bilang. Luna bilang...Argghhhhh!!!! Aku bingung!!!
Aku berlari menembus hujan. Menerobos jalan raya di tengah air yang mengguyur sekujur tubuhku. Biarkan saja aku tak kuat menahan kemelut di hatiku. Aku berlari. Berlari kencang meski dokterku melarangku untuk berlari. Aku berlari kencang meski selama ini aku benar-benar menuruti semua perintah dokter itu. Aku berlari dan tiba-tiba rasa sesak menyekap dadaku. Nyeri yang begitu menyiksa membuyarkan seluruh pandanganku. Entah, aku merasa hujan begitu deras hari ini hingga aku tak mengingat apapun.
***
Mei 2011
Aku disambut meriah oleh teman-temanku atas kembalinya aku ke kampus setelah berbulan-bulan aku tak menyapa. Tapi diamana cakra? biarkan saja dia.
“Senangnya, Si Bebek menyebalkan itu tak lagi menggangguku”, kataku.
“Apa kau benar-benar tak tau apa yang terjadi padanya, Kin?” Nina bertanya pelan.
“Gimana aku tahu, aku kan nggak update info selama berbulan-bulan”, aku tertawa. Tapi Nina malah terdiam.
“Dia ketabrak pick up saat menyelamatkan seseorang yang tiba-tiba pingsan ditengah jalan raya saat hujan deras padahal sebelumnya mereka bertengkar.”
DUERRRR!!!! rasanya ada petir yang tiba-tiba menyambar-nyambar di siang terik ini. Aku tak berani berkata-kata lagi.
“Semua anak di kampus juga tahu, bahwa dia juga menyumbangkan jantungnya untuk gadis itu”.
DUERRRR!!! untuk yang kedua kalinya petir itu menyambar-nyambar lagi. Aku tak bisa bergerak. Tiba-tiba mataku panas. Aku tahu kenapa orang tuaku tak berani mengatakannya. Mereka tahu betapa bencinya aku pada cakra. Tapi kenapa? Apa dia ingin membalas kebodohanku saat berbuat baik terhadapnya bertahun-tahun yang lalu?
Aku tahu dia patah hati karena aku menolak cintanya. Itu semua karena aku mencintai sahabatnya. Apa aku salah jika aku memperjuangkan cintaku sendiri?
Tiba-tiba aku teringat kata-kata cakra yang membuatku sakit kepala. Apa dia benar-benar mengatakan itu? Apa mereka tak pernah pacaran? Apa Luna yang berbohong? Mataku semakin panas. Air mataku menetes. Dadaku sesak.
Suasana mendadak jadi begitu hening. Entah, apakah hanya aku yang merasakan keheningan ini hingga kudengar detak jentungku sendiri. Bukan, tapi detak jantung Cakra. Dalam air mata, kupaksakan juga untuk tersenyum. Senyum untuk Cakra yang lama tak melihat senyumku. Kurasa aku benar-benar tak pantas. Cakra, tolong maafkan aku. Seharusnya kau yang hidup. Bukan aku. Tapi kenapa kau rela bertukar nyawa denganku. Aku tak pantas. Air mata ini benar-benar tak mampu lagi ku bendung.
Kini di antara detak jantungmu Kinan hidup, Cakra.
***End***
Langganan:
Postingan (Atom)


.jpg)
