Kamis, 21 Juni 2012

Potongan Kertas #1

:tentang mozaik cinta yang rumit namun sebenarnya begitu sederhana.

20 juni 2012

Lagu Ununtended dari Muse mengalun dari winamp notebook kecil merek axio keluaran 2008an ini. Lagu yang tanpa sadar menyayat2 hati. Hati siapa lagi? Tentu saja hatiku.
Aku, kini berada disuatu sudut yang membingungkanku. Membuatku merasa hanya ingin berjongkok dalam diam di kegelapan, bimbang.
Atau berdiri mematung di suatu jalan, tak ada persimpangan, memang. Ini jalan yang benar benar tak ada persimpangan yang menggodaku untuk berbelok arah untuk melarikan diri. satu2nya cara melarikan diri hanyalah berbalik kebelakang dan lari.
Aku berdiri di jalan panjang itu. Hampir mencapai ujung. Aku telah melihat ujung itu, namun aku tak tau ujung itu berwujud seperti apa. Aku, berada diantara rasa takut dan penasaran. Apakah ada jurang atau taman bunga yang indah.
Sebenarnya aku masih punya waktu untuk berbalik arah dan mundur kebelakang. Tapi dari awal, jalan inilah yang aku pilih untuk kutempuh. Dan di ujung sana, ada dirimu. Dirimu yang entah tersenyum menyambut kedatanganku dan memelukku erat, atau dirimu yang melihatku aneh seakan aku kotoran yang menjijikkan dan kemudian membuangku kedalam jurang. Aku tak tau, dan sumpah, aku tak yakin sama sekali.


Masih dihari yang sama, di depan notebook yang sama, dengan alunan lagu The Power of Love nya Celine Dion. (judul ini mengingatkanku pada password laptop temanku yang menolak di sebut namanya,haha)

Jadi salahkah aku jika aku ingin mengisi kekosongan dihatimu itu? Jika aku ingin mengisi kesepianmu? Kau bahkan tak pernah mengarti, tentang semua pesan yang kutulis dalam isyarat. Apa kau memang tak percaya bahwa itu diriku? Apa kau tak percaya aku yg slama ini ada dan selalu ingin kau temui? Aku bahkan meangis untukmu! Kita pernah tertawa bersama, tapi itu dulu. Kita pernah saling menyapa, tapi itu dulu. Kita pernah saling memaki, tapi itupun juga dulu. Lama sekali.
Lalu kita tertawa lagi, kita saling menasehati, kita saling menyemangati, dan menyapa lagi. Bahkan ada rindu yang hadir di selasela jarak kita. Namun, itupun tak nyata. Bahkan kau tak tau bahwa yang tertawa bersamamu, dan kau rindukan itu adlah bayanganku. Bayanganku yang tiba tiba hadir masuk dalam hidupmu.
Kau tau, inipun menyiksaku. Kita seakan begitu akrab dalam pembicaraan, namun di dunia nyata bahkan kau tak lagi menyapaku! Aku sakit, terluka, merasa bodoh, konyol, dan begitu naïf. Dan, disaatsaat seperti itu aku selalu berhenti di tengah jalanku. Ragu, apakah aku harus meneruskannya atau berhenti saja dan mundur kebelakang. Karena persimpanganpun tak kutemukan untuk sekedar melarikan diri.
Kau ingin bertemu denganku, bagaimana ini? Apakah aku siap membuka kabut yang menyelimutiku darimu ini? Aku takut menghadapimu. Bukan, tapi aku takut menghadapi waktu, waktu yang kelak akan mempertemukan kita lagi, waktu yang akan membongkar kekonyolan dan kenaifanku dihadapan orang2.
Tak bisakah kau yakinkan aku sekali lagi untuk menemuimu? Memberiku alasan kuat yang menenangkanku? Agar aku tak lagi berfikir bahwa kau hanya penasaran dan ingin memastikan siapa orang bodoh yang gila tlah mengajakmu bermain katakata itu, dan apa maksud dan tujuannya? Hah, ini membuatku frustasi.
Keinginanku sebenarnya sederhana saja. Aku tak kan merengek rengak padamu untuk satu cinta, aku hanya ingin kita kembali seperti dulu, dulu yang telah lama sekali. Dan kita masih saling menyapa. Apa kau masih mengingatnya?

0 komentar:

Posting Komentar